Zaman ini, bergunjing, ghibah membicarakan aib, cacat, atau cela yang ada pada orang lain baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal sudah bukan dianggap sebagai perkara yang besar, bahkan sudah terbilang remeh, ringan dan begitu gampang meluncur dari lisan dan tulisan dengan tidak terkendali lagi terlebih dalam era banyaknya media sosial di kalangan kita.
Ketika asyik dan nikmat membicarakan kekurangan orang lain seakan lupa dengan kekurangan diri sendiri. Seolah diri sendiri sempurna tiada cacat dan cela. Ibarat kata pepatah, “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tiada tampak.”
Maka perhatikanlah hadits,
“Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba lainnya di dunia melainkan Allah akan menutup aibnya di hari kiamat kelak" ” (HR. Muslim no. 2590)
Yang perlu diingat, diri kita ini penuh dengan kekurangan, aib, cacat, dan cela. Maka sibukkan diri ini untuk memeriksa dan menghitung aib sendiri, niscaya hal itu sudah menghabiskan waktu tanpa sempat memikirkan dan mencari tahu aib orang lain.
Sumber : berdakwah @ LINE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar